Home » Efek Buruk Polusi Udara terhadap Kulit, Ini Kata Dokter
Featured Global News Lifestyle News

Efek Buruk Polusi Udara terhadap Kulit, Ini Kata Dokter


Kualitas udara di Jakarta tengah berada dalam kondisi yang buruk. Menurut indeks kualitas udara (AQI), udara di Jakarta berada di angka 166 alias tidak sehat.

Menghirup polusi udara yang buruk saja, akan bisa terasa tak nyaman di dada. Lalu, bagaimana dengan kulit, apakah itu juga bisa memengaruhi kesehatannya?

Ternyata, jawabannya iya. Kepada kumparanWOMAN, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Arini Wibowo, menuturkan bahwa tingkat polusi udara yang tinggi memiliki dampak negatif yang cukup signifikan pada kulit.

Kualitas udara buruk berdampak buruk untuk kulit

Suasana gedung bertingkat yang terlihat samar karena kabut polusi di Jakarta, Jumat (5/7). Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Suasana gedung bertingkat yang terlihat samar karena kabut polusi di Jakarta, Jumat (5/7). Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

dr. Arini menjelaskan bahwa kulit yang terpapar kualitas udara buruk bisa memicu masalah kulit kering, meradang, sampai menjadikannya lebih sensitif. Untuk yang sudah memiliki permasalahan jerawat, eksim, dan rosacea, juga akan semakin parah bila terlalu sering terpapar kondisi ini.

Tak hanya itu, peningkatan risiko hiperpigmentasi juga bisa menjadi efek lain dari paparan polusi udara yang terus menerus

Alhasil, ada banyak sekali efek samping yang bisa ditimbulkan pada kulit karena paparan polusi udara, Ladies. Untuk itu, penting agar kamu bisa selalu merawat kulit pakai skin care dengan lebih maksimal.

Tips merawat kulit dari paparan polusi udara

Ilustrasi perempuan merawat kulit. Foto: Shutter Stock
Ilustrasi perempuan merawat kulit. Foto: Shutter Stock

Bicara soal perawatan, menggunakan sunscreen memang bisa melindungi kulit dari masuknya partikel halus dari polusi udara. Akan tetapi, ternyata itu masih kurang cukup, lho.

Disarankan oleh dr. Arini, kamu bisa melakukan rangkaian skin care yang lengkap. Pertama, dimulai dari menggunakan pembersih wajah yang lembut namun tetap efektif untuk menghilangkan noda debu, makeup, serta polusi yang menempel.

Setelahnya, bisa memakai produk apa pun, misalnya seperti serum, yang mengandung antioksidan. Fungsinya untuk membantu menetralkan radikal bebas yang dihasilkan oleh polusi serta meminimalkan risiko kerusakan oksidatif pada kulit.

Jangan lupa untuk rutin melakukan eksfoliasi untuk mengangkat sel kulit mati dan tentunya memakai pelembap dan pakai sunscreen. Ladies bisa pilih pelembap yang ringan dan tidak menyumbat pori-pori, ya.

Ilustrasi pakai skin care. Foto: Shutter Stock
Ilustrasi pakai skin care. Foto: Shutter Stock

Selain rajin pakai skin care, dr. Arini menyarankan agar kamu bisa menerapkan gaya hidup sehat. Seperti konsumsi makanan sehat, tidur cukup, dan kelola stres dengan baik.

“Rutinitas perawatan kulit ini membantu menciptakan perlindungan terhadap kerusakan kulit akibat polusi. Perawatan yang teratur dan konsisten adalah kunci untuk mempromosikan kesehatan kulit di lingkungan dengan polusi tinggi,” papar dr. Arini.

“Penting untuk menyesuaikan rekomendasi ini dengan jenis kulit dan masalah kulit masing-masing individu, yang dapat dapat dikonsulkan ke dokter kulit untuk pendekatan yang lebih individual terhadap jenis dan masalah kulit masing-masing,” tambahnya.

Sumber: Kumparan

Translate